Followers

Showing posts with label puisi. Show all posts
Showing posts with label puisi. Show all posts

Saturday, May 14, 2011

find me.

Kadangkala kita perlu menjadi hilang sebelum kita boleh dijumpai.

Kita telah hilang. Untuk satu waktu panjang, kita telah hilang. Tahun-tahun melewati dan kita tersesat di belakang. Di setiap wajah ramah yang baru, kita mencari wajah beku yang lama.

Kita tak berdaya berterus-terang, juga tak berdaya mentafsir. Lalu saya memilih jalan sunyi tak berpenghuni dalam penantian dan kamu memilih jalan sibuk melata mencari mengisi sepi.

Kamu lelaki tergesa mesti terburu meluput sunyi. Kerana itu kamu tersadung langkah bertahun di samping orang bukan kesayangan.

Saya perempuan degil mesti mahu kasih berbondong. Kerana ini saya tertindih di muka surat pertama sedang ceritanya sudah beratus helai ditulis.

Ada satu kisah baru terbongkar hari ini. Tentang kamu yang dungu memperjudi kasih seakan pelabuhan. Tentang hati orang bukan kesayangan yang kamu tinggalkan. Kamu yang cemerkap mencuba meluput kasih pada saya dengan cara kejam.

Andai saya mampu bercerita, seluruh dunia takkan percaya.

Saya mahu hilang sekali lagi, supaya saya akan ditemui oleh orang yang tepat.

Jalan Pilihan Kita

Jalan yang kupilih ini
berbeda daripada jalan pilihanmu
anehnya kita sering bertemu
di jalan bukan pilihan kita

aku mengelana di lumpur perasaan
di jalan sunyi tanpa sempadan
aku mengelana di kerikil ilmu
ditemani akal menderu

ku melangkah berulam riang
di jalan yang tak punya perasaan
kau sibuk mengurus hiruk pikuk
hidup yang tak terselesaikan

kau tak pernah mengerti
jalan sunyi yang kupilih
seperti aku tak pernah mengerti
jalan sibuk pilihanmu

jalan yang kupilih ini
tak mungkin menemukan kita
seperti kita tak mungkin bertemu
di jalan pilihanmu.

T. Alias Taib
Petang Condong.

Friday, May 13, 2011

aku ingin.

Aku Ingin

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu
kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan
kepada hujan yang menjadikannya tiada

- Sapardi Djoko Damono.

Sunday, May 1, 2011

hatiku selembar daun.

Hatiku Selembar Daun

Hatiku selembar daun melayang jatuh di rumput;
nanti dulu, biarkan aku sejenak terbaring di sini;
ada yang masih ingin kupandang, yang selama ini senantiasa luput;
sesaat adalah abadi sebelum kau sapu tamanmu setiap pagi.

Sapardi Djoko Damono.
Perahu Kertas,
Kumpulan Sajak,
1982.

Saturday, April 30, 2011

ingatan pada suatu kasih yang tak jadi.

Ingatan Pada Suatu Kasih Yang Tak Jadi

Kesilapannya
kau tak berdaya berterus-terang
dan aku tak berdaya mentafsir

Kesilapannya
kau mengatur gambar-gambar
dalam sebuah album yang indah
sedang aku tidak pernah melihat gambar-gambar itu

Kesilapannya
kita telah bertemu
dalam sebuah mimpi yang menggembirakan
tetapi aku lebih gembira
bila terjaga dari mimpi itu.

(Zurinah Hassan)

Tuesday, April 26, 2011

dance.

One step at a time
Just dance to this hymn
Though it's only a mime
In my heart it's a rhyme.

Keep dancing, Ifa.
One step at a time, till one day you can run.

Saturday, April 16, 2011

aku atau kamukah?

Aku manusia aneh
mencintai dengan aneh
melepaskan juga aneh
dan dengan aneh melindungi
tiap satu yang makin hilang
kamu manusia aneh
dalam sayang kau pergi
dalam kecewa kau tangisi
namun tiada juga kau kembali
menanyakan hati yang kau rindui
lalu aku dan kamu
siapa manusia yang lebih aneh?

dalam dua sisi.

Hidup kita dalam dua sisi
dalam putih juga hitam
dalam senyum juga duka
dalam jelik juga indah
sisi-sisi ini tiada birai
lalu bercampur mengacau rasa
maka cinta itu adalah berbagi
dua sisi secukupnya
menjadi satu... 

aku adalah ombak.

Aku adalah ombak
bila hujan aku gelora
bila hujan aku berbangkit
dan kamu adalah pantaiku
walau jauh masih indah
walau terpencil tetap memanggil 
lautan kita adalah tuhan
yang kekal melindungi ombak
sehinggalah ia sampai kepada pantainya...

Friday, April 15, 2011

lelaki tahu puisi.


"Aku adalah kunang-kunang
dalam gelap aku terbang
dalam gelap aku terang
dan jadikanlah kau senja
kerna gelap kau ada
kerna gelap kau indah
aku hanyalah kunang-kunang
dan kau hanyalah senja
dalam gelap kita berbagi
dalam gelap kita abadi..."

Monday, April 11, 2011

of lies.

every night for four years.

she convinced herself that she doesn't miss him.

and that's the biggest lie she ever told herself.

again and again.

Monday, March 21, 2011

it wasn't love.


it wasn't love
it was just time spent next to you
it wasn't affection
it was just memories passing by
it wasn't tears
it was just raindrops from the skies
it wasn't missing
it was just moments being frozen
it wasn't longing
it was just life i once shared
it wasn't pain
it was just me catching some breath
it wasn't you
it was just a boy thinking he's found his second half
it wasn't me
it was just a girl trapped in the past
these weren't true
these were just thoughts i wish i'd believe

but
years from now
i'll be out dancing in the rain
swirling my muddy wet dress 
singing the lullaby of our faraway dreams
with a smile on my face



Wednesday, March 16, 2011

bila bulan menyanyi.

bila bulan menyanyi
akankah langit terang kembali?


bila pantai tersenyum
akankah ombak surut terdiam?


bila bayang-bayang menari
adakah mentari redup lindungi?


bila bulan menyanyi
akankah langit terang kembali?

Saturday, March 12, 2011

serikandi.



Serikandi-serikandi ini
Kemas mimpi kita baluti
Jatuh bangun kita sangka sendiri
Adanya bersama tanpa sedari

Wajah-wajah polos itu
Aku ini rindu kamu
Engkaukah yang dari jauh selalu
Menyeka tangisku yang bertamu?

Thursday, March 10, 2011

andai mereka mengerti.

Laut yang damai
Langit yang permai
Pasir luas landai
Aku tercari
Tenang hati pada doa
Bangkit tahajud dari lena
Sujud ratap pada Esa
Aku tangisi

Di birai itu ada sepi
Mengetuk perlahan lagi
Ku bisik khalimah agungMu
Ya Rabb bawa pergi sendu
Berlari pulang aku padaMu
Dakap belai aku selalu
Ingatkan aku bertalu
Adanya hikmah masa lalu

Mentari ku nyanyi
Gerimis ku sembunyi
Resah kaku bisu sendiri
Andai mereka mengerti

Saturday, January 22, 2011

how i remember you.

Litany.
A Poem by Billy Collins.

You are the bread and the knife,
the crystal goblet and the wine.
You are the dew on the morning grass
and the burning wheel of the sun.
You are the white apron of the baker,
and the marsh birds suddenly in flight.


However, you are not the wind in the orchard,
the plums on the counter,
or the house of cards.
And you are certainly not the pine-scented air.
There is just no way that you are the pine-scented air.


It is possible that you are the fish under the bridge,
maybe even the pigeon on the general's head,
but you are not even close
to being the field of cornflowers at dusk.


And a quick look in the mirror will show
that you are neither the boots in the corner
nor the boat asleep in its boathouse.


It might interest you to know,
speaking of the plentiful imagery of the world,
that I am the sound of rain on the roof.


I also happen to be the shooting star,
the evening paper blowing down an alley
and the basket of chestnuts on the kitchen table.


I am also the moon in the trees
and the blind woman's tea cup.
But don't worry, I'm not the bread and the knife.
You are still the bread and the knife.
You will always be the bread and the knife,
not to mention the crystal goblet and--somehow--the wine.